Dewasa ini kita masih menghadapi permasalahan kesehatan reproduksi, antara lain ditandai dengan masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI),Angka Kematian Bayi (AKB) dan stunting. Berbagai intervensi telah dilakukan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi, namun hasilnya masih belum seperti yang diharapkan. Dengan konsep paradigma sehat, maka upaya percepatan penurunan AKI,AKB dan stunting harus dilaksanakan lebih kearah hulu, yaitu pada masa sebelum hamil/prakonsepsi dengan menitikberatkan pada upaya promotif dan preventif. Calon pengantin dan pasangan usia subur yang akan hamil merupakan kelompok sasaran yang strategis dalam upaya peningkatan status kesehatan ibu hamil. Pelayanan kesehatan pada calon pengantin dan pasangan usia subur yang ingin merencanakan kehamilan masih belum optimal karena kesadaran dari calon pengantin dan pasangan usia subur untuk memeriksakan kesehatannya masih rendah. Berbagai upaya sosialisasi, pendampingan telah dilakukan tetapi belum mendapatkan hasil yang maksimal. Kami berencana untuk melakukan inovasi dalam rangka meningkatkan cakupan calon pengantin yang memeriksakan kesehatan melalui inovasi “ CATINKU CERIA” (Calon Pengantinku Wajib Cek Kesehatan untuk menghindari masalah AKI,AKB, Stunting). Pada rapat koordinasi ini perlu kita bahas dan sepakati peran dari tokoh agama/lembaga agama, alur penggerakan dan pemeriksaan catin serta pencatatan dan pelaporan catin.